Di suatu senja di musim yang lalu
Turun hujan rintika-rintik
Ketika hati menatap wajahmu
Dibawah keremangan sinar pelangi
Lalu engkau tersenyum
Lalu aku menyesali diri
Tak tahu arti senyum mu
Dengan mengusap titik air mata
Kaubisikkan kata hatimu
Sekian lamanya engkau hidup seorang diri
Ku ingin membalut luka hatimu
Elok bagai rembulan, oh sayang
Widuri,
Indah bagai lukisan, oh sayang
Widuri,
Bukalah pintu hati untukku
Widuri
Ku akan menyayangi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar