Minggu, 08 Desember 2013

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN

oleh 

Achdiat Agoes 



Tampaknya manusia mengalami sedikit kesulitan menggambarkan bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan. Sebenarnya sederhana saja yaitu berupa hubungan makhluk dengan Khaliknya. Tidak lebih dan tidak kurang. Kalau ingin bentuk lain, silakan ubah dulu ketentuan Allah sebagai Khalik dan manusia sebagai makhlukNya. Hanya karena kasih dan sayang Allah yang Amat Besar maka Allah akan mengampuni dosa dan kesalahan manusia selain syirik. Allah berfirman dalam ayat terakhir surah Al Baqarah ((ayat 286):

"Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha laha maa kasabat wa'alaiha maktasabat. Rabbana laa tuakhidna innasina aw akhtha'na rabbana wa la tahmil 'alaina isran kama hamaltahu 'alalladzina min qablina rabbana wa la tuhanmilna maa laa thaa qatalana bihi, wa'fuanna waghfirlana warhamna anta maulana fanshurna 'alal qaumil kaafiriin".

Kedua ayat terakhir surah Al Baqarah ini tidak diturunkan Allah melalui malaikat Jibril melainkan dijemput langsung oleh Baginda Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam di ketika Isra' dan Mi'raj, menunjukkan betapa tinggi derajat kepentingan dan kemuliaannya. Allah kita bermohon kepadaNya semata, untuk mengampunkan dan memaafkan serta memberikan rahmatNya kepada segala dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat, baik karena kejahilan kita, kebodohan kita, serta kelalaian dan kekhilafan kita. Dan janganlah sekali-kali kita meragukan ampunan Allah tersebut, karena Allah menyurutkan sangka-sangka hambaNya, jikalau kita berbaik sangka Allah akan mengampuni kita maka insya Allah, Allah akan mengampuni nya. Tentu sebaliknya pula bila kita berburuk sangka Allah tidak akan mengampuni nya maka na'udzubillahi mindzalika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar