Menggemaskan. Itulah kata yang tepat untuk menara PISA. Mengapa tidak? Karena ternyata menara itu tidaklah sebesar yang aku bayangkan selama ini. Sebesar Jam Gadang Bukittinggi kurang lebih. Jadi berarti menara Jam Gadang Bukittinggi harus lebih mudah dijual daripada Menara Pisa! Kelihatan, kalau kita kurang pintar menjual. Padahal konon katanya orang Minang sangat pintar jualan. Saudara Professor Bambang Guritno mantan rektor Universitas Brawijaya dengan lantang mengatakan orang Minang bisa menjual apa saja, ketika berorasi saat peluncuran buku 70 tahun Djanalis Djanaid di Hotel Regent belum lama ini (tanggal 24 Nopember 2013).
Akan halnya menara Pisa yang didirikan sejak 600 tahun yang lampau, akar-akar pondasinya sudah digigit rayap sehingga lama kelamaan dia menjadi miring, dan itulah yang ditonton jutaan orang yang datang dari berbagai penjuru dunia. Menara itu sendiri sesungguhnya adalah bagian dari sebuah gereja yang tentu sudah sama tuanya. Terletak tersendiri di sebuah sudut halaman gereja itu tetapi terawat dengan baik. Aku tidak tertarik sama sekali untuk naik tangga ke atas menara. Bukan karena takut nanti menara itu roboh, tetapi lebih karena menghemat lutut dan tungkaiku. Dan yang terpenting yang membuatku enggan adalah karena harus membayar. Berapapun ongkosnya aku tetap saja jadi malas. Kawan seperjalanankulah yang mengomel, sudah bayar mahal, jauh-jauh datang kok gak naik begitu maksudnya.
Lalu aku jelaskan lebih baik di foto saja. Kalau naik ke menara tidak juga kelihatan dalam foto. Akhirnya dia ikhlas dan kami mengambil foto sahaja. Menara Pisa tidak miring-miring sangat. Tetapi lumayanlah untuk membuat orang bergidik ngeri. Dalam perjalanan dari stasiun Pisa ke Menara kami bersama serombongan anak muda Jerman, tetapi sekarang mereka sudah tidak nampak. Mungkin naik masuk menara.
Setelah puas melihat-lihat kamipun kembali ke stasiun dengan naik bus. Ternyata ada bis setiap berapa menit sekali yang menghubungkan menara dengan stasiun Pisa. Kelelahan itulah yang aku rasakan setiap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar