Jumat, 06 Desember 2013

PISA

PISA, .....................................I AM COMING.....

Sebagaimana aku sebut dimuka, Pisa adalah tempat tujuan ku pertama. Aku sempat beradu argumen dengan kawan seperjalananku, mengapa secepat ini kita pergi, bukankah sebaiknya kita istirahat dahulu. Tidak kataku, sengit barangkali, kalau bisa kita manfaatkan waktu yang sempit ini kataku. Lalu kami kestasion Roma Termini. Jarak Pisa dan Roma adalah kurang lebih 2 jam perjalanan naik kereta. Ternyata ada kesilapan yang aku buat, memang masih ada kereta ke Pisa. Tetapi kalau kami memaksa berangkat sampai disana sudah terlalu petang, dan kereta untuk kembali sudah terlalu malam. Pulang terlalu larut di kota Roma belum membuatku berani, maka aku mengalah untuk menunda saja keinginan ku untuk ke Pisa satu hari lagi, jadi besok lah baru akan ke kota Pisa dan menyaksikan menara miring itu, dan oleh karena itu kami akan mengambil kereta terpagi.

Jadi petang itu kami hanya berputar di jalan-jalan sekitar hotel kami, aku menandai tempat-tempat tertentu agar kembali pulang ke hotel dengan mudah. Ternyata Maria, agen perjalanan kami telah memilihkan hotel yang tepat. Letaknya di pusat kota dan sekitar beberapa ratus meter saja dari Roma Termini. Di sekeliling kami berjajar toko-toko pakaian yang akan membuat setiap isteri pasti senang menyertai suaminya ke Roma. Tetapi kalau dibelikan segala benda yang dipamerkan di etalase toko-toko itu tentunya. Kami turut melihat-lihat toko sepanjang via de Republik tersebut. Kesanku, adalah seperti kota Bandung. Seperti berjalan-jalan di sepanjang jalan Braga. Minum kopi tiap sebentar atau mencicipi es kirimnya yang mewah. Mahal sekali es kirimnya dan sangat besar serta sangat dingin membuat gigi kita menjadi ngilu dibuatnya. Karena itu, juga untuk menghemat, maka sebuah es krim kami santap untuk berdua. Mesra kali ya.

Malam hari pun tiba dan kami cukup kan dengan sepotong roti isi daging dan sayur sebagaimana layaknya anak Eropa makan dalam perjalanan. Masih bermimpi dengan Pisa, ketika hari sudah pagi, sudah semalam kami di Roma, maka akupun mengambil inisiatif bangun lebih awal lalu mandi bertukar pakaian dan bersama-sama kami ke stasiun Ro a Termini. Kami Andri membeli karcis pulang balik untuk berdua, jatuhnya lebih sedikit murah. Kalau berempat lebih murah lagi. Begitulah pengaturan yang dibuat Rail of Europe. Bahkan kalau mau dari Indonesiapun kita sudah dapat memesan karcis yang kita perlukan, sehingga tidak perlu antri lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar