oleh
Achdiat Agoes
BERFIKIR KRITIS adalah suatu cara berfikir cepat tepat dan dapat (Agoes 2013). Dengan kata lain, berfikir kritis adalah jalan terpendek menuju tujuan.
Banyak batasan yang diberikan pada berfikir kritis. Pada bidang studi keperawatan berfikir kritis sangat diperlukan. Demikian pula berfikir kritis diperlukan dalam menyusun sebuah proposal. Batasan lain yang diberikan untuk berfikir kritis banyak sekali namun tujuannya hanya satu yaitu menemukan jawaban atas suatu permasalahan secara cepat, tepat dan dapat.
Tidak semua orang mampu berfikir kritis. Kebalikannya adalah berfikir bertele-tele. Mbulet kata orang Jawa. Agar dapat berfikir kritis diperlukan latihan. Berikut ini cara memperoleh kemampuan berfikir kritis.
Orang baru bisa berfikir kritis kalau dia sudah mempunyai pengetahuan. Terutama di bidang yang dia akan berfikir kritis tersebut. Kalau demikian bagaimana dengan orang yang tidak mempunyai pengetahuan tetapi dia akan masuk dan berfikir kritis dibilang yang baru dikenalnya? Maka konsultasi dengan seorang yang mengetahui persoalan adalah jawabannya. Para tycoon menggunakan pendekatan ini. Mereka dikelilingi para penasehat, mulai dari penasehat keuangan, perbankan, kesehatan, politik, sosial, keagamaan, spiritual dan bermacam-macam bidang yang mereka inginkan. Oleh karena itu mereka segera menjadi tumbuh besar dan semakin besar. Sebaliknya masyarakat biasa sudah terbiasa dengan cara berfikir "selfish", orientasi pada diri sendiri, serta cepat puas. Maka mereka tidak terdidik berfikir kritis.
Berfikir kritis mestilah dimulai sejak dari kecil. Untuk itu diperlukan pula daya mengingat yang tajam. Agar dapat mengingat sesuatu hal, maka hal tersebut haruslah diulang beberapa kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar